Jangan Kabur!

Jangan Kabur!

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2026
Judul: Jangan Kabur! Author: Daestny Status: Ongoing Delapan tahun lalu, Gilang Pradana pernah terjebak cinta satu malam dengan seorang pria yang jauh lebih tua darinya-Suhardi Karto, satpam sekolah tempatnya belajar dulu. Satu malam yang seharusnya dilupakan itu justru terus menghantui Gilang sampai sekarang. Awal November, Gilang ditugaskan turun langsung mengawasi proyek pembangunan pabrik di kampung halaman ayahnya. Tak pernah ia sangka, di desa terpencil itu ia kembali bertemu dengan Suhardi. Bedanya, kini pria itu hidup tenang sebagai bapak-bapak kampung... bersama seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun. Gilang "Ajg waktu itu enak bener ngewe ama gua, skrng dia punya anak bangsat" Rasa penasaran membuat Gilang mulai mencari tahu tentang kehidupan Suhardi. Namun semakin ia menggali, semakin aneh cerita yang ia dengar. Karena menurut warga kampung- Suhardi melahirkan anak itu sendiri. Gilang "Waduh jangn jangan itu anak gua anying!" Dimulailah kisah pengejaran antara Gilang, brondong setengah matang yang keras kepala, dan Suhardi, bapak kampung misterius yang selalu berusaha kabur darinya.
All Rights Reserved
#195
local
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • desa kawitan [END]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • Secret Relationship
  • ELIAN
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Desa Jragat [End] [Revisi]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines