Bukan Aku Pilihan Hatimu

Bukan Aku Pilihan Hatimu

  • WpView
    Membaca 51
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 12, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kehidupan Sehari-hari
Slow Burn
Lia tidak pernah berniat jatuh cinta sedalam ini. Baginya, Zayn hanyalah seseorang yang datang biasa saja tanpa janji, tanpa kata manis, tanpa hubungan yang pasti. Namun semakin lama, laki-laki itu justru tumbuh menjadi rumah bagi hati Lia yang diam-diam lelah sendiri. Sayangnya, cinta datang di waktu yang salah. Ketika Lia akhirnya berani jujur, Zayn sudah lebih dulu mencintai orang lain. Di antara doa-doa malam, air mata yang disembunyikan, dan usaha untuk ikhlas, Lia perlahan belajar bahwa tidak semua rasa harus dimiliki. Namun semua menjadi semakin sulit saat Zayn kembali hadir membawa perhatian kecil yang membuat hati Lia terus berharap. Tentang mencintai dalam diam. Tentang kehilangan tanpa pernah memiliki. Dan tentang seseorang yang harus belajar melepaskan... meski hatinya belum benar-benar siap. "Kadang yang paling menyakitkan bukan perpisahan, melainkan harapan yang datang di waktu yang salah." Jangan plagiat ini ada kisah nyata saya sendiri!❌⛔
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan