mami erine (larine) S2

mami erine (larine) S2

  • WpView
    Reads 1,908
  • WpVote
    Votes 310
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Dark Academia
Setelah semua luka, kehilangan, dan perjuangan yang mereka lewati bersama... akhirnya kebahagiaan benar-benar datang ke hidup mereka. Kini Erine dan Lana hidup sebagai keluarga kecil yang hangat dan harmonis. Rumah yang dulu terasa sepi, sekarang selalu dipenuhi suara tawa anak-anak mereka. Ekin, anak pertama mereka yang kini berumur 12 tahun, tumbuh semakin besar dan sangat mirip dengan Lana. Dingin, pintar, tapi diam-diam manja kepada mami Erine. Walau sudah besar, Ekin tetap paling dekat dengan Erine dan selalu protektif terhadap keluarga kecilnya. Lalu hadir tiga anak lainnya yang membuat rumah mereka semakin ramai. Maira, anak yang paling ceria dan lembut. Virgi, si jahil yang selalu membuat semua orang pusing. Dan Victoria, anak paling kecil yang sangat lengket dengan semua orang terutama Ekin. Ketiganya sangat mirip Erine, mulai dari lesung pipi, sifat hangat, sampai senyum manis mereka. Tidak hanya keluarga Larine yang hidup bahagia, para sahabat mereka juga tetap bersama seperti dulu. Persahabatan yang sudah mereka bangun sejak SMA masih bertahan sampai sekarang. Namun... di balik kehidupan yang terlihat sempurna itu, kehidupan tidak pernah benar-benar berjalan tenang. Rahasia masa lalu, dunia bisnis para CEO, dan kehidupan anak-anak mereka yang mulai tumbuh remaja perlahan membawa cerita baru dalam keluarga besar mereka. Akankah kebahagiaan itu tetap utuh? Atau justru akan ada ujian baru yang datang menghampiri keluarga Larine?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • False Grace
  • Aralie
  • For Aralie | Aralynn
  • New Ships Tapi Bukan New Ships
  • Rumah No.33
  • satu atap (gen12)
  • Kebahagiaan di Bandung (Aralynn X Larine)
  • Since We Were Kids (ARARINE)
  • Childhood Friend (End.)
  • Nikah Muda Jalur Jebakan (LaRine - Hiatus)

Aurhel selalu tahu bagaimana memainkan peran yang dunia harapkan darinya: cantik, tak tersentuh, dan selalu terlihat mengendalikan segalanya. Ia punya ketenaran, kata-kata tajam yang bisa menyakitkan sekaligus menghibur, dan hubungan jangka panjang dengan seorang desainer fashion ternama yang banyak orang iri padanya. Di atas kertas, hidupnya tampak sempurna. Tapi yang tak terlihat oleh siapa pun adalah retakan di balik gemerlap itu. Desainer yang dulu terasa seperti tempat berlindung kini perlahan berubah menjadi badai menuntut, mengontrol, dan menyeret Aurhel semakin dalam ke versi dirinya yang bahkan tak lagi ia kenali. Batas antara cinta dan sesak mulai kabur, dan untuk pertama kalinya, Aurhel bertanya-tanya apakah hidup yang ia bangun benar-benar miliknya. Lalu datanglah Catherina. Seorang dokter dengan kekuatan tenang, selera humor yang tajam, dan cara memandang Aurhel tanpa menghakimi. Pertemuan mereka seharusnya tidak berarti apa-apa hanya percakapan ringan tanpa maksud tertentu. Tapi di tengah cinta yang terasa seperti kurungan, kehadiran Catherina berubah menjadi sesuatu yang tak bisa lagi diabaikan. Awalnya bukan tentang pengkhianatan. Ini tentang momen-momen langka ketika Aurhel kembali merasa seperti dirinya sendiri. Tentang tawa yang tidak dibuat-buat, kenyamanan yang tidak disertai syarat, dan kemungkinan untuk memilih sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang nyata. Kini Aurhel terjebak di antara citra yang sudah dunia yakini dan bisikan kehidupan yang mungkin akhirnya bisa ia klaim sebagai miliknya. Antara kesetiaan pada cinta yang perlahan hancur dan tarikan menakutkan namun menggairahkan dari seseorang yang mungkin adalah hal yang selama ini ia cari. Karena terkadang, hancur adalah satu-satunya cara untuk memulai kembali. DISCLAIMER ⚠️ 100% Fiction. Typos are friends not enemies. GXG / WLW vibes. Harsh Word included. Just for fun, don't take seriously

More details
WpActionLinkContent Guidelines