The Rain that Witnessed

The Rain that Witnessed

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2026
*cerita yang aku buat karena riuh piyuh isi kepala,ini adalah karyaku* Bagi orang lain, hujan adalah waktu untuk pulang dan mencari kehangatan. Namun, bagi dia hujan adalah lonceng kematian. Seorang predator yang menetapkan satu aturan suci: *Ia hanya akan mencabut nyawa saat langit menangis.* hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan alat pembersih paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Suara petir akan meredam jeritan, dan derasnya air akan menghapus jejak merah di atas aspal sebelum polisi sempat memasang garis kuning. "Satu rintik, satu nyawa. Dan hujan adalah satu-satunya saksi yang takkan pernah bicara."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SPION
  • PANGEKAT GETIH [ END ]
  • Trace of Tears
  • Fraktal Rahasia
  • who i am?
  • Transmigrasi Kakak Antagonis (Revisi)
  • KANAGARA [END]
  • The Rules!
  • Bisikan Takdir
  • Transmigrated as the Villain's Friend
SPION

[TAMAT DAN LENGKAP] Nyaris tak ada yang meragukan kredibilitas program prestisius Apela Empowers. Itulah letak masalahnya. Janji beasiswa penuh, dana pembinaan, serta terjaminnya karier membuat para lulusan SMA percaya bahwa kesempatan untuk berada di program tersebut justru layak mereka perjuangkan. Enam remaja penyandang nama Zam Ardana, Binar Gemintang, Raukaf Danendra, Sevilla Manora, Remigius Sahulata, serta April termasuk di antara mereka yang terpilih. Mulanya, mereka pun percaya bahwa ini langkah awal menuju kesuksesan. Namun lambat laun, tersingkap rentetan kenyataan kelam yang tak pernah mereka duga sebelumnya. Apa yang terjadi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines