Baskara Swaradja: Soerakarta 1942 [ON GOING]

Baskara Swaradja: Soerakarta 1942 [ON GOING]

  • WpView
    Reads 1,044
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Solo, Juli 1945 Hujan turun lirih membasahi halaman Pura Mangkuningrat ketika seorang lelaki berdarah bangsawan dipaksa bersimpuh di tanah penuh lumpur dan darah. Wajahnya lebam, napasnya tersengal-sengal, namun matanya menyoroti penuh murka kepada lelaki yang berdiri di hadapannya. "Jika hari ini aku mati di tanganmu-kelak kalian tak lagi menghadapi rakyat yang diam begitu saja. Kalian akan menghadapi sejarah gelap yang menuntut balasan..." Suara itu menggema di tengah malam yang basah oleh hujan dan darah. "... cepat atau lambat, kalian tetap akan diadili." Lalu satu dentuman memecah malam. Seorang lelaki hanya tersenyum puas melihat tubuh tak berdaya itu roboh bersama runtuhnya harapan rakyat kecil. Solo, 1967 Danadyaksa Suryalaga-putra dari perkawinan KGPAA Mangkuningrat XIV Baskara Suryalaga dengan GKP Larasati, sekaligus pewaris gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkuningrat XV-akhirnya diizinkan membuka kembali luka yang selama puluhan tahun dipaksa membusuk dalam diam: kasus almarhum Romo-nya sendiri. Namun yang ditemukan Danadyaksa bukan sekadar potongan masa lalu, bukan pula cerita tua yang tinggal jadi dongeng meja makan para bangsawan. Ia menemukan jejak darah, pengkhianatan, dan harga diri rakyat kecil Kota Solo yang pernah diinjak demi menjaga singgasana tetap berdiri tegak. Tentang gadis-gadis yang dijanjikan masa depan lalu lenyap tanpa nama. Tentang rakyat yang diperas tenaganya pada masa penjajahan Jepang, sementara para pemilik kuasa sibuk menyelamatkan martabat keluarganya sendiri. Dan tentang bagaimana kehormatan sering kali hanyalah topeng paling mahal untuk menyembunyikan kebusukan. Semakin dalam Danadyaksa menggali, semakin jelas bahwa sejarah tidak pernah benar-benar ditulis oleh orang jujur-melainkan oleh mereka yang punya uang, kuasa, dan cukup banyak tangan untuk menutup mulut saksi. Lalu pertanyaannya menjadi sederhana, tapi menyakitkan- Kalau hukum saja bisa dibeli dengan uang, siapa sebenarnya yang pantas diadili?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Worst Husband I Ever Love
  • [Spin Off] DHAUP AGENG
  • TRIASIH [SELESAI]
  • LOVE, AGAIN (END)
  • Saudade
  • 𝐄𝐥𝐞𝐠𝐢 [𝐝𝐮𝐤𝐚] 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚
  • Som de Nós
  • BILAMANA
  • AKSARA LAKU (Mahandrika-2)
  • Lovember

[END CHAPTER 40] Anak Agung Abimanyu Putra Wisesa Jayana yang kerap disapa Gung Abim itu adalah anak seorang Bupati dari salah satu kabupaten di Bali. Hidupnya mewah, tanpa kekurangan apapun, sampai akhirnya ia harus menghadapi sebuah pilihan yang sulit atas kesalahan terdahulu, akankah ia menerimanya? . . Hii! aku comeback, dari sebelumnya cerita pertamaku '1 Bulan Misi Rahasia' Yang udah end. Sebenarnya itu cerpen sih bukan cerita yang ingin kujadikan Novel. Kali ini aku ngangkat judul baru, dan udah ketebak kan covernya itu siapa? hehe.. Kenapa aku milih di Bali, alasannya karena Aku orang Bali dan aku lebih tau apa aja adat istiadat dan aturan di Bali dibandingkan pulau-pulau lainnya, So itulah kenapa Bali itu dipilih.. Enjoy yaa, semoga aku bisa update dengan rajin ditengah kesibukan ku di kampus. Start from October 2019 [DON'T COPY MY STORY]

More details
WpActionLinkContent Guidelines