Sangkala di Ambang Ndalem

Sangkala di Ambang Ndalem

  • WpView
    Reads 1,192
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
-Ketika Logika Bertekuk Lutut di Tanah Pusaka "Di tanah ini, hukum manusia hanyalah gema yang hilang ditelan angin, Tuan Vance." Weston Alexander Vance adalah pria yang hidup di atas angka, logika, dan beton pencakar langit. Baginya, segala sesuatu di dunia ini memiliki harga, termasuk tanah keramat di jantung Jawa yang hendak ia sulap menjadi resor termewah di Asia. Baginya, tradisi hanyalah penghambat kemajuan, dan mistis hanyalah dongeng untuk menakuti orang lemah. Namun, langkah angkuhnya terhenti di gerbang Keraton yang sunyi. Ia tidak bertemu dengan sang Sultan, melainkan dihadapi oleh Raden Ellie Sasongko Purodiningrat putra mahkota yang memiliki ketenangan sedalam telaga namun menyimpan tatapan yang mampu menguliti kesombongan Weston. Di bawah pengawasan Sri Sultan Fajar Adipati Arya dan Kanjeng Pangeran Bamantara, Weston dipaksa mengikuti aturan main yang tidak masuk akal baginya. Setiap ia mencoba melanggar, tanah itu seolah menjawab dengan cara yang mengerikan. Di hadapan Ellie, ia bukan lagi penguasa dunia. la hanyalah seorang tamu yang sedang diuji apakah ia akan pulang membawa tanah, atau justru kehilangan jiwanya karena jatuh hati pada sang penjaga pusaka yang seharusnya ia hancurkan? "Ojo dumeh, ojo keminter, Tuan Weston. Tanah ini tidak butuh dolarmu, ia hanya butuh rasa hormatmu."
All Rights Reserved
#17
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • ELIAN ✓
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Secret Relationship
  • desa kawitan [END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines