Langkah Yang Hilang [On Going]

Langkah Yang Hilang [On Going]

  • WpView
    Membaca 565
  • WpVote
    Vote 58
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 25, 2026
‎‎Azka Pradipta adalah seorang pemuda yang kehilangan hal paling sederhana dalam hidupnya. Sesuatu yang dulu membuatnya bisa berdiri, melangkah, dan pergi ke mana pun sesuka hati. ‎ ‎Sejak hari itu, dunia terasa berjalan menjauh tanpa pernah menunggunya. Ia tertinggal di tempat yang sama, dengan tubuh yang tak lagi utuh dan hati yang perlahan mulai menggelap. ‎ ‎Cobaan demi cobaan datang silih berganti, sampai akhirnya Azka mulai mati rasa ketika hal terakhir yang ia miliki pun ikut dibawa pergi oleh takdir. ‎ ‎Lalu datang perempuan bernama Bunga. Bukan sebagai penyelamat, melainkan seseorang yang diam-diam memilih duduk di samping kesunyiannya, tanpa banyak janji. ‎ ‎Dari pertemuan yang tak pernah direncanakan itu, Azka mulai belajar bahwa hidup mungkin tak selalu tentang berjalan, tetapi tentang siapa yang tetap tinggal ketika langkahnya telah hilang. Penasaran? Yuk langsung baca dan terus ikuti cerita aku ya. Jangan lupa vote dan komen. WARNING!!! -TYPO BERTEBARAN, HARAP KOMEN JIKA MENEMUKAN PENULISAN KATA YANG SALAH. -CERITA INI MURNI HASIL DARI PEMIKIRAN AUTHOR SENDIRI. -PLAGIAT DIHARAP MENJAUH, SEJAUH-JAUHNYA. Rank : #01 in kakipalsu (24 Mei 2026) #08 in kursiroda (24 Mei 2026) #08 in sadromance (24 Mei 2026) #09 in kehilangan (24 Mei 2026) #05 in disabilitas (10 Juli 2026) Mulai : 22 Mei 2026 Selesai :
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#72
kehilangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Balik Napasnya
  • SUNSET WITH YOU [REVISI]
  • K I T A : Trio Kucrut | TELAH TERBIT
  • ISTRI TERCINTA
  • Harapan (Tamat)√
  • GEMINTANG HATIKU
  • menggenggammu (end)
  • PARALYSIS
  • The Art of Fading
  • thallasophile

Menikah karena wasiat. Mencintai karena terbiasa. Bertahan karena... entah. Dulu, aku hanya gadis kecil yang dijodohkan dengan pria Arab yang jauh lebih tua. Katanya calon suami idaman-tampan, kaya, sholeh. Tapi takdir lucu. Saat kami benar-benar tinggal serumah sebagai suami istri, dia sudah tak bisa berdiri. Tak bisa menyentuhku. Tak bisa apa-apa selain berbicara dengan suara pelan lewat lehernya yang berlubang alat bantu napas. Tapi dari semua yang dia tak bisa, dia bisa satu hal dengan sangat sempurna: mencintaiku tanpa syarat. Sedangkan aku... masih belajar menurunkan nada bicaraku. Masih belajar mengusap kepalanya tanpa gengsi. Masih belajar menerima bahwa cinta sejati tak selalu datang dengan pelukan-kadang hanya dengan lirih suara, "Dek... Mas kangen." Dan itu cukup menggetarkan seluruh dunia hatiku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan