TROPHY MARRIAGE

TROPHY MARRIAGE

  • WpView
    Reads 399
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
Pisah ranjang, terjadi karena kontrak, dan hanya sementara. Arshakan memberikan 3 syarat itu sebelum menerima peran barunya sebagai suami sekaligus wali yang harus mengelola aset Catlyn. Catlyn adalah pewaris tunggal rumah mode elit, tapi karena suatu kondisi ia jadi tidak bisa memimpin dan memaksanya untuk menerima Arshakan sebagai suami kontrak sekaligus wali perusahaannya. Catlyn terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan suami bengis yang enggan menerimanya. Bahkan setelah resmi menikah, Arshakan tetap menjaga jarak seolah istrinya hanyalah tanggung jawab yang harus diselesaikan, bukan seseorang yang pantas dicintai. Pernikahan yang terlihat sempurna dan mewah dari luar, tapi sebenarnya kosong, transaksional, dan penuh luka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines