WHEN THE RAIN STOPS

WHEN THE RAIN STOPS

  • WpView
    Reads 517
  • WpVote
    Votes 161
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2026
Bahkan ketika hujan telah usai, Dan langit telah memulihkan warnanya, Aku masih berdiri di tempat yang sama, Meski matamu tak pernah berpaling ke arahku. Berlatar di Giverny, Julian Beaumont dikenal sebagai seorang penyanyi melankolis yang namanya kerap menghiasi berbagai berita hiburan berkat album-albumnya yang mampu menyentuh hati para penggemar. Kesuksesannya tidak berhenti di dunia musik; Julian juga memiliki jaringan toko kue yang tersebar di hampir setiap sudut kota, menyajikan beragam kudapan manis yang digemari banyak orang. Sekilas, hidup Julian tampak sempurna dan penuh warna. Namun, sejak pertemuannya dengan seorang perempuan, ia menyadari bahwa kehidupan tidak selalu seindah yang terlihat. Pertemuan itu membawanya memahami makna hidup yang sesungguhnya, sekaligus mengajarkannya arti penting dari sebuah pertemuan. Cerita ini bukan sekedar tentang hujan yang akhirnya berhenti maupun kudapan manis di etalase toko, melainkan kisah tentang seseorang yang tetap bertahan di bawah langit yang sama, menyimpan harapan pada keajaiban yang sederhana, bahwa hati yang ia tunggu suatu hari akan berbalik dan menerimanya.
All Rights Reserved
#10
menunggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hot girl
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Where They All Look At
  • Kembang Desa
  • SECOND TASTE
  • Almost Married (END)
  • The Imperfect Señorita
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • NINGRUM

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines