"Di balik pintu kamar 405, ada rahasia yang tidak boleh dicicipi, dan ada rasa yang seharusnya tidak pernah diucapkan."
Askara Galih Kusumah hanya ingin menyelesaikan kuliah tekniknya di Seoul dengan tenang. Baginya, hidup adalah perhitungan matematis yang dingin sampai ia terjebak di antara dua pintu apartemen yang membawa badai dalam hidupnya.
Di kamar 405, hiduplah Gyeong Gi-hwan, seorang idola populer dan YouTuber yang narsis, berisik, dan ceroboh. Ia adalah kekacauan yang dibungkus dengan aroma parfum mahal. Namun, saat Gi-hwan jatuh dan tak sengaja mendarat di pelukan Aska, wangi deterjen murah dan bisikan bahasa asing yang lembut mulai meruntuhkan tembok pertahanan sang "Pria Es" dari Bandung itu.
Namun, Seoul tidak membiarkan Aska jatuh cinta dengan mudah.
Gyeong Gi-won, kembaran Gi-hwan yang dingin dan manipulatif, melihat Aska bukan sebagai manusia, melainkan bidak catur yang harus ditaklukkan. Di sisi lain, Kim Dae-won, remaja berandal yang menganggap Aska sebagai dunianya, terjebak dalam obsesi untuk menjadi kuat demi melindungi sang kakak, meski harus menjual jiwanya pada iblis berjas mahal.
Satu inci jarak napas, satu bisikan "Anjeun meuni geulis" yang tak sengaja terlepas, dan satu ciuman curian yang meninggalkan rasa anyir darah di bibir.
Aska mengira ia hanyalah pendatang yang mencoba bertahan hidup. Ia tidak sadar bahwa di balik tatapan tenangnya, ia adalah predator yang lebih berbahaya dari keluarga Gyeong mana pun. Saat topeng-topeng mulai retak, siapa yang akan benar-benar berlutut? Dan apakah cinta yang tumbuh di antara kamar 404 dan 405 cukup kuat untuk melawan ambisi yang menghancurkan?
All Rights Reserved