We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HELLO!INTROVER

HELLO!INTROVER

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Romantic Comedy
Happy Ending
Kata orang orang "Anak orang kaya mah bebas,duitnya segudang" Tapi bagi seorang Kevin Sky Jaiden, hidup di tengah kemewahan terasa seperti kesunyian yang tak berujung,sebuah kerumitan yang membosankan dan sepi hening mematikan Keheningan yang selalu bersamannya tiba tiba lenyap ketika kejadian absurd mempertemukannya dengan,Helia Dynata Vanelly Gadis berisik yang hobinya mengusik ketenangan,membawa warna yang tak pernah Kevin bayangkan Mereka adalah dua kutub berbeda satunya pemuja hening,satunya pencinta bising .Bisakah perbedaan ini menjadi sebuah melodi yang harmoni? Mampukah mereka menghadapi kenyataan bahwa jatuh cinta lebih rumit dari pada sekedar teori sosiologi "Rasaku yang terbata berhasil kau sapa dengan bising suara " -Kevin Sky Jaiden "Silakan jadi es dan aku jadi matahari. Kita lihat siapa yang akan menyerah lebih dulu" -Helia Dynata Vanelly
All Rights Reserved
#386
kevin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines