Bagi Zeya Ganeth Kelandra, nama Kelandra adalah takhta yang berlumur darah.
Untuk bertahan hidup, menjadi sang Kelandra harus memakai zirah porselen yang kuat dan tak tersentuh. Terutama setelah perjudian maut sang ayah menyeret mereka ke dalam kekacauan dengan keluarga Valeska, ditambah pengkhianatan keji sang kakek yang merenggut nyawa musuh besar perusahaan mereka.
Di tengah kekalutan itu, seorang pria dari masa lalu muncul membawa dendam sedalam lautan. Ia datang untuk menghancurkan Kelandra, menjadikan Zeya sasaran utama dari kebenciannya. Namun, di balik bidak catur bisnis yang kejam, garis antara benci dan obsesi mendadak kabur. Pria yang seharusnya menjadi penghancur, justru berubah menjadi satu-satunya pelindung yang paling tidak ingin Zeya lepaskan.
Namun, Zeya tidak sendirian dalam peperangan ini. Ada sosok pria lain yang hadir dengan ketulusan dan tingkah konyol yang selalu mampu meruntuhkan dinding esnya. Pria yang mempertaruhkan segalanya demi melihat Zeya bahagia, meski ia tau hatinya tidak pernah benar-benar dimiliki. Pada akhirnya, usaha pria itu harus berakhir dengan kerelaan yang menyakitkan saat Zeya memilih untuk kembali ke pelukan sang musuh.
Zeya selalu didera rasa bersalah setiap kali menatap mata pria tulus itu, namun hatinya tidak bisa berbohong, sang pemilik dendam tetaplah pemenang dalam hidupnya.
Saat kebahagiaan seolah sudah di depan mata, takdir menarik ulur kenyataan dengan cara yang paling brutal. Zeya dipaksa menghadapi sebuah rahasia yang menjungkirbalikkan dunianya, bahwa semua perjuangan, pengorbanan, dan cinta yang terasa begitu nyata... mungkin hanya fragmen yang harus direlakan sebagai ilusi semata.
💌 your votes and comments are my fuel to write. jangan lupa follow! 💫
All Rights Reserved