Han Seo-jun meninggalkan Korea tanpa pamit, mencari pelarian di kota kecil Queenstown, Selandia Baru. Di antara danau yang tenang dan kabut pegunungan, ia berharap menemukan kebebasan yang selama ini terkekang oleh ekspektasi hidup dan tumpukan tanggung jawab. Ia mencoba membuang identitas lamanya demi hidup yang lebih sederhana, namun dunianya justru terusik oleh kehadiran Hana, pemilik toko bunga yang seolah memiliki dinding tak kasat mata di sekelilingnya. Semakin Seo-jun berusaha melangkah lebih dekat, semakin Hana justru menjauh. Bagi Hana, menjaga jarak adalah satu-satunya cara untuk menjaga dunianya tetap utuh-sebuah benteng yang ia bangun karena ia tahu, kedekatan akan memiliki harga yang terlalu mahal untuk dibayar. Di balik sunyinya Queenstown, mereka terjebak dalam tarik-ulur yang rumit. Bagi Hana, membiarkan seseorang masuk adalah risiko yang terlalu besar, sementara bagi Seo-jun, ia mulai mempertanyakan apakah tempat yang ia pilih untuk menetap ini adalah pelabuhan terakhir, atau justru tempat di mana ia akan kembali kehilangan arah.
Più dettagli