Ternyata benar ya kata orang-orang, semua orang di dunia ini adalah hanya semata barang titipan, dan kini seseorang yang paling berharga telah dikembalikan.
Setiap kehilangan punya ceritanya sendiri, tapi bagi Azkar, kepergian Bunda menyisakan tanda tanya yang tidak berani diucapkan siapa pun.
...
"Azkar lihat bunda!!."
Azkar kecil menoleh, mengulas senyum ke arah kamera.
CEKREEKK
Di balik lensa kamera, Bunda tampak abadi. Senyumnya tampak sangat tulus, dan membekas. Namun di dunia nyata, ia ditemukan di tempat yang tidak seharusnya. Seruan itu..... menjadi memori terakhir yang paling menyakitkan.
...
Polisi menutup mata, medis menutup kasus, namun Azkar menolak menutup pintu penyelidikan. Karena baginya, kematian yang 'wajar' tidak akan meninggalkan jejak ketakutan di mata jenazahnya.
Sanggupkah Azkar mengungkap kebenaran saat semua orang yang dia percaya justru bersekongkol untuk diam?"
"Orang-orang taunya hidup gue tanpa cela. Padahal kalau mereka bisa liat ke dalem, gue tuh udah seberantakan itu, lagi berjuang sendirian biar gak gila."
- Azkar Nathan Leonardo.
"Makanya jangan pernah ngerasa jalan sendirian, Kar. Mau urusannya sampai taruhan nyawa sekalipun, gue gak bakal pernah mundur dari samping lo."
- Gavin Erlangga.
"Gue tahu seberapa keras lo nyari kebenaran itu, Kar. Tapi ada beberapa rahasia yang emang lebih baik tetep terkunci rapat, demi kebaikan kita semua."
- Arkan Devano Lancaster.
"Kalau dunia Kak Azkar lagi gelap dan berantakan banget, boleh gak aku jadi satu-satunya orang yang paling berisik buat nemenin Kakak?"
- Alesha Cristina Eskandar.
Visualized by D. Fredella
All Rights Reserved