We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Beauty And Fire | MJ

Beauty And Fire | MJ

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 15 hours ago
WpInfo
Fiction
Fantasy
LGBTQIA+
Romance
Bahasa cinta yang paling indah bukanlah romansa yang dibalut kata kata puitis dan terdengar indah. Ada sesuatu yang lebih rumit sekaligus esensial dalam menafsirkan cinta. Bahwa cinta tidak selalu berarti memiliki karena sebagian besar cinta memberi tafsiran melepaskan. Dan mungkin, itu yang harus Jemima tanam dalam dirinya, bahwa sampai kapanpun darah keturunan Hephaestus yang teramat Ia cintai itu akan selalu membencinya sebagai keturunan Aphrodite yang paling hina. "Jika Aku mampu membuktikannya, apakah kau bisa menerimaku, Edwards?" - Jemima. "Pembuktiaan apapun yang kau lakukan tidak akan menghapus tinta sejarah yang tercipta. Sampai kapanpun darah keturunan pengkhianat akan tetap mengalir dalam dirimu. Kesetiaan dan cinta yang lahir dari keturunan sang dewi pengkhianat adalah palsu. Kelahiran dari setiap keturunan Aphrodite adalah kebencian untukku. Dan kebencian ini akan menjadi api abadi yang menghanguskan setiap generasi Aphrodite," Start : 10 Mei 2026 MJ : Martin (Top), Jamie (Bot).
All Rights Reserved
#106
lgbtq
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • The Unwritten Lady
  • Just let me live, Duke!
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • My Villainous Stepmom [END]
  • The Duke's Red String
  • The Reborn Mama (END)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines