Diantara Kita(ber-6)

Diantara Kita(ber-6)

  • WpView
    Leituras 213
  • WpVote
    Votos 58
  • WpPart
    Capítulos 23
WpMetadataReadConcluída seg, set 14, 2026
WpInfo
Ficção
Ação e Suspense
Crime
Psicológico
Mistério
Ivy Cheryla, seorang gadis remaja SMA biasa yang tampak hidupnya mewah dan sempurna. Tapi dibalik topeng itu semua tersimpan rahasia-rahasia kelam yang tak seorang pun tau. Gadis remaja SMA yang hidupnya penuh tikungan-tikungan berbelok. Dia mencoba kabur dari masa lalunya yang sungguh kelam. Merubah 160 derajat hidupnya─mencoba membuka lembaran baru. Untuk memulai kehidupan baru ia harus memulai kembali dari nol. Meninggalkan kota kelahirannya, membawa luka yang dalam, dan terombang-ambing dalam ketidakpastian takdir kehidupan. Tapi namanya juga hidup, pasti aja ada tantangannya, entah membawa luka dan duka yang amat dalam, hingga ... menggelap sempurna. "But not all sins can be forgiven" (Tapi tidak semua dosa bisa dimaafkan) A Story By delliss
Todos os Direitos Reservados
#112
remajasma
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Bukan Babysitter, Bung
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Stuck Between The Pags
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Sembarang Figuran
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • AVISENA

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo