BARE BUT BELOVED

BARE BUT BELOVED

  • WpView
    Reads 745
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 13, 2026
Sebelas tahun. Tyasa pikir waktu sebanyak itu sudah cukup untuk membangun benteng yang mustahil ditembus. Namun, kepulangan seorang Ranuarsa Putra Rafi membuktikan bahwa tembok beton sekalipun bisa runtuh hanya dengan sebuah sapaan. Ranu bukan laki-laki brengsek yang meninggalkan luka lewat pengkhianatan. Dia justru terlalu baik, terlalu hangat sampai Tyasa sering keliru membaca garis antara perhatian seorang teman dan harapan yang dia ciptakan sendiri. Bagian paling sial dari mencintai Ranu adalah Tyasa tidak punya alasan untuk membencinya. Dan laki-laki yang berusaha Tyasa lupakan itu tiba-tiba kembali ke tanah air, membawa luka yang nyata. Dan di tengah rasa iba, ada sisi egois dalam diri Tyasa yang berbisik; his brokenness is her only opening. Mungkin, inilah satu-satunya celah bagi Tyasa untuk masuk dan menetap di sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines