The Dream is Not Ours

The Dream is Not Ours

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 5 hours ago
Seberapa jauh kakimu melangkah untuk menjemput satu mimpi? --- Laut selalu kesal saat Aya, Kakak yang cuma beda lima menit dari dirinya itu berkata ingin segera pergi ke luar negeri untuk jauh-jauh dari dirinya. Laut menganggap itu candaan, lagipula dalam keadaan ini mana bisa Aya sekadar membuat pasport dan membeli tiket? Namun, Aya adalah siswi yang selalu memiliki rencana terstruktur. Mimpi dan angannya bukan sekadar tulisan dan ucapan. Ambisinya besar, pun dengan usaha, dan pengorbanannya. Akan tetapi, malam itu rasanya begitu menyakitkan. Seolah tidak ditakdirkan untuk mencicipi bagaimana rasanya bermimpi setinggi awan dan seluas langit. Laut tidak tahu, malam itu jadi malam terakhir saudarinya mengudarkaan angannya. Aya pergi, meninggalkan Laut sendirian dengan sisa-sisa mimpi mereka. Namun entah bagaimana, Laut menemukannya lagi. Apa yang terjadi selanjutnya? ----- The Dream is Not Ours copyright by zulfambr, 2026.
All Rights Reserved
#58
fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GALAETH
  • This is Home! {Season 2} ON HOLD
  • Titimangsa ✔️
  • Kecapi dan Sendawa Malam. [✔]
  • One Shoot  KJS
  • Song of The Soul
  • Perfect Partner || Gangicha
  • Tawa dari Sudut Rumah
  • Rumah || YANG JUNGWON
  • emptiness
GALAETH

"Nggak usah nuntut macem-macem ke diri lo sendiri. Bahkan semesta dan seluruh isinya pun punya batas." - Galaxy kepada mereka yang tak pernah menganggapnya cukup. "Kalau cari yang sempurna jelas gue nggak mampu. Gue tidak seperti Zeus. Bahkan poros dunia pun bisa berhenti kapanpun ia mau." - Rainer kepada mereka yang selalu menganggapnya bukan apa-apa di muka bumi. ; Rea

More details
WpActionLinkContent Guidelines