When the Moon Remembers My Name 🌙
Lyra Arcturus Black adalah putri tunggal Sirius Black gadis kecil yang tumbuh dalam tawa, cokelat manis, dan kenangan hangat bersama sahabat-sahabat ayahnya. Sejak kecil, Lyra memiliki kedekatan khusus dengan Remus Lupin, pria lembut yang selalu membawakannya cokelat setiap kali berkunjung dan sabar menemaninya bermain. Dari kedekatan itu, tumbuh perasaan yang tak pernah benar-benar ia pahami bukan sekadar kagum pada sosok dewasa yang baik hati, melainkan benih cinta yang perlahan mengakar di hati seorang gadis kecil.
Namun kebahagiaan itu hancur dalam satu malam kelam.
Sirius dituduh mengkhianati sahabatnya dan membunuh James Potter serta Lily Potter. Tanpa pengadilan yang adil, ia dijebloskan ke Azkaban. Dunia Lyra runtuh. Ibunya tak sanggup menahan tekanan dan kesedihan, hingga akhirnya meninggal dunia, meninggalkan Lyra sebatang kara.
Lyra kemudian diasuh oleh bibinya, Andromeda Tonks. Demi melindunginya dari kebencian dunia sihir terhadap nama Black, Andromeda meminta bantuan Albus Dumbledore untuk menyembunyikan identitas asli Lyra saat ia memasuki Hogwarts. Sejak saat itu, Lyra Arcturus Black menghilang dan lahirlah identitas baru: Lyanna Arcton.
Tahun demi tahun berlalu tanpa kabar tentang Remus. Hingga pada tahun keempatnya di Hogwarts, takdir mempertemukan mereka kembali. Remus Lupin kini menjabat sebagai profesor Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Ia mengenal gadis itu sebagai Lyanna Arcton murid cerdas dengan tatapan yang terasa anehnya familiar tanpa pernah menyadari bahwa ia adalah Lyra kecil yang dulu selalu menunggu cokelat darinya.
Bagi Remus, perasaan Lyra di masa kecil mungkin hanya sekadar kekaguman seorang anak. Namun ia keliru. Itu adalah cinta yang tumbuh diam-diam, bertahan melewati kehilangan, waktu, dan identitas yang disembunyikan.
Dan tanpa ia sadari, gadis dengan nama samaran itu bukan hanya bagian dari masa lalunya melainkan takdir yang akan mengubah hidupnya dengan cara yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.