Anatomy of Dirt

Anatomy of Dirt

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 15, 2026
"Dia tidak bisa hancur, tapi dia tidak akan pernah bisa bersih." Di usia tujuh belas tahun, Juce mempelajari harga dari dagingnya sendiri. Lahir dari seorang ibu yang tidak mampu melindunginya dari takdir yang juga ia warisi, hidup Juce ditentukan oleh tubuh yang bermutasi demi bertahan hidup, menutup luka menganga dan menghentikan pendarahan hanya dalam waktu lima belas menit. Namun, seberapa cepat pun pemulihan fisiknya, itu tidak akan pernah bisa membasuh "noda" yang ia yakini telah mendarah daging di dalam DNA-nya. Setelah lima tahun merasakan kedamaian rumah tangga, sebuah perjalanan bisnis membawanya pada pengkhianatan keji dari seseorang yang ia percaya. Saat noda-noda lama mulai muncul kembali ke permukaan, Juce harus memilih, apakah ia akan terus memperjuangkan hidup yang ia rasa tak layak ia miliki, atau menyerah pada siklus kotor yang akhirnya merenggut jiwanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dendam Kenanga
  • Teror Setan
  • DESA PININGIT
  • Terperangkap dalam Gelap (EOS) -TAMAT-
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
  • My Twins [On Going]
  • Anjing Serigala Kecil Telah Tiba
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • GANJIL
  • Daddy's Little Babby

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan