Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Commitment

Commitment

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
Seharusnya, mereka tidak perlu bertemu kembali. Begitulah menurut Alodya, salah satu HR team yang baru saja bekerja selama 6 bulan disebuah perusahaan pertambangan. Sebagai HR team yang mengurus masalah Training and Development, di bulan ke enam dirinya bekerja, Alodya harus bertemu dengan seorang HSE yang sialnya dirinya kenal dari banyaknya HSE di perusahaan ini. Lintang, sebagai seorang HSE, sekaligus cinta lama belum usai dari Alodya saat masa kuliah. Sejak kali pertama Alodya menemukan nama Lintang pada urutan nama dari peserta training yang akan di adakan 4 minggu lagi, Alodya sudah menyiapkan 1001 cara agar tidak terlihat oleh Lintang. Dunia seolah mentertawakan isi pikiran Alodya, karena dihadapan Alodya sekarang berdiri Lintang yang sama dengan pertama kali Alodya lihat dulu. Terlihat lebih dewasa, pahatan wajahnya mengalami perubahan, struktur remaja dari Lintang sudah hilang, menyisakan rahang yang lebih tegas, mata yang lebih tajam dengan senyuman yang masih sama. "Hai, nice to meet you, Alodya!" Berdebah, otak dan hati Alodya mengambil keputusan berbeda. Kenapa hatinya berteriak ingin memeluk lelaki didepannya ini? .... Do not copy! 2026 - on going
All Rights Reserved
#171
past
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • NINGRUM
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • PENGGANTI
  • Almost Married (END)
  • Say We're Dating
  • DANGER
  • Silent Traces by the Sea
  • SECOND TASTE

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines