KABUT YANG TIDAK TURUN

KABUT YANG TIDAK TURUN

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Rendi tidak pernah berencana mendaki gunung. Tapi ketika sahabat lamanya, Bagas, memaksanya ikut merayakan ulang tahun seorang kenalan di sebuah klub malam - satu keputusan impulsif membawanya bergabung dengan sebelas orang asing menuju Gunung Wulang. Gunung yang baru dua tim berhasil mencapai puncaknya. Gunung yang peta-petanya tidak pernah konsisten. Gunung yang - menurut warga setempat - tidak suka dihitung. Perjalanan naik berjalan normal. Terlalu normal. Sampai kabut turun dari arah yang salah. Sampai jalur yang harusnya lima jam ditempuh dalam tiga. Sampai tanda-tanda pos tidak sesuai catatan manapun. Dan sampai orang-orang di sekitar Rendi mulai menghilang - satu per satu, tanpa suara, tanpa jejak. Ketika Rendi akhirnya tiba di pos bawah sendirian, ada garis polisi terpasang. Foto mereka semua tertempel di papan pengumuman dengan satu kata: HILANG. Rendi berbalik. Tidak ada siapapun di belakangnya. Hanya jejak kaki di tanah - berhenti tepat di belakang punggungny
All Rights Reserved
#2
bagas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • I Am Not Nerd!
  • QUENN
  • Quotes Wattpad [TERBIT]
  • My Husband Is You (One Shot)
  • My Lovely Bad Girl(END)
  • Sassy Girl [COMPLETED]
  • Beautiful Nerd [SUDAH TERBIT]
  • Revenge the sweet [ Finish ]
  • The phoenix

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines