Ingat Aku Sebelum Aku Pergi

Ingat Aku Sebelum Aku Pergi

  • WpView
    Reads 474
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
"Kita belum pergi terlalu jauh 'kan?" Mungkin sore itu akan jadi sore paling berat untuk melepaskan, menjadi sore yang akan selalu datang membawa kerinduan bersama angin dingin yang berhembus. Menjadi sore yang akan selalu mengingatkan akan sakitnya kepergian yang disebabkan kematian. Sebab, setahun, dua tahun, lima tahun atau mungkin selamanya pun tak akan benar-benar cukup menyembuhkan luka yang satu itu. Maka di setiap sakit yang dirasakan, selalu terselip harapan hati ikhlas nan lapang suatu hari nanti. ••••••• "Dan aku masih di sini, untukmu... untuk kalian..."
All Rights Reserved
#39
nctdream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Possessive Male Lead
  • MINE [Keonhyeon]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Servant [James Harem]
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • CONTROLLED CHAOS

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines