Mode pesawat

Mode pesawat

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
Mode pesawat ....? Mode pesawat hati maksudnya! Biar ga semua orang/sembarang orang bisa masuk. Karena cuman boarding pas dari penghulu. Cielah hahaha .... Aza Calista. 23 tahun. Hatinya sengaja di setel mode pesawat. Bukan karena elor, tapi karena ga mau terima sinyal sembarangan. Di saat kebanyakan orang sibuk notif cinta, Aza lebih sibuk notif bebenah diri hehe .... pesawat deleyed, pilotnya lagi di aturin sang pecipta. Hidup Aza gitu-gitu aja kok. kerja, ibadah, tidur, makan liburan kalau ada waktu. Bosen? Kadang. Sepi? Lumayan. Nyerah? Enggalah! Udahlah intinya hati ini bagaikan bandara, ga bisa landing kalau ga bawa surat resmi dari penghulu. Pendaratan pesawatanya kapan? Pilotnya siapa? Itu masih rahasia layaknya buku diary yang terkunci sang pemilik. Satu Hal dari Aza. Jaga yang bener aja mode pesawatnya, suatu hari di waktu yang baik pasti ada yang datang bawa izin terbang paling halal. Aamin ... Pov Aza: "Hidup gue gitu aja, mau ngikutin, kepoin kisah gue ayo aja sini. Engga ya udah skip. Mode pesawat hati seorang Aza Calista. Status: Sigle lillah, anti transit, langsung akad! Start: 11 mei 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain's Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines