Ardenvale

Ardenvale

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 13, 2026
Hujan tidak pernah berhenti di Ardenvale. Setiap kali badai turun terlalu lama, seseorang akan menghilang tanpa jejak. Saat Seraphine datang untuk mencari kebenaran tentang hilangnya sang kakak, ia mulai menemukan rahasia-rahasia aneh yang selama ini disembunyikan kota itu. Termasuk tentang seorang pria misterius bernama Lucien Noctis-pria yang selalu muncul di saat yang salah, dengan tatapan tenang dan senyum yang sulit dijelaskan. Semakin dekat Seraphine pada kebenaran, semakin ia terjebak dalam permainan gelap yang membuatnya mempertanyakan satu hal. Apakah rasa takut selalu berbeda dengan rasa tertarik?
All Rights Reserved
#98
manipulasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Kenanga
  • DESA PININGIT
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT)
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Penabur Malam
  • KABUT HITAM [ END]
  • Di antara kabut & kamu. [SEGERA TERBIT]
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 3

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines