Butuh sembilan tahun bagi Aluna untuk percaya bahwa tidak semua cinta harus diperjuangkan sendirian. Dan hanya butuh seratus delapan puluh hari bagi Reindra untuk membuktikan bahwa cinta yang tulus tidak selalu datang dengan luka.
Setelah hati yang lama tertutup, setelah ragu yang terus tinggal, dan setelah banyak ketakutan yang tak pernah selesai, Reindra berhasil. Bukan dengan janji besar, bukan dengan kata-kata yang berlebihan, tetapi dengan hadir, konsisten, dan tetap memilih Aluna setiap hari.
Kini, Aluna menerima cinta itu.
Bukan karena ia lupa pada masa lalu, tetapi karena akhirnya ia menemukan seseorang yang membuatnya percaya bahwa dicintai bisa terasa sederhana.
Mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Namun, mencintai ternyata bukan hanya tentang berhasil bersama, melainkan tentang bagaimana tetap bertahan setelahnya.
Di antara bahagia yang hangat, pertengkaran kecil, rasa cemburu, luka yang belum sepenuhnya sembuh, dan ketakutan akan kehilangan, Aluna dan Reindra akan belajar bahwa cinta bukan tentang siapa yang datang lebih dulu, tetapi siapa yang memilih untuk tetap tinggal.
Karena terkadang, awan tidak butuh langit yang luas, ia hanya butuh hujan yang tidak pergi.
All Rights Reserved