Axelio
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fiction
Di dunia, Cassarius bukan sekedar keluarga, itu adalah dekrit tak tertulis. Kekayaan mereka menggerakan pasar gelap dan terang. Kekuasaan mereka menembus istana, parlemen dan ruang introgasi yang tak pernah tercatat. Mereka tidak berbisik, mereka memerintah. Dan setiap generasi, lahir satu pewaris yang dipaksa menjadi dewa di antara manusia. AXELIO LUCA CASSARIUS, wajahnya tampan seperti malaikat tapi kepribadiannya dingin bagaikan es di kutub. Dia merupakan satu-satunya pewaris sah menggantikan sang ayah Killian Cassarius. Dia dibesarkan dengan doktrin. "Perasaan adalah cacat, kasihan adalah penyakit dan cinta adalah belenggu." Tapi dibalik jas mahal dan tatapan tajamnyanya, Axelio menyimpan satu nama. Seseorang yang bahkan Maximillian Cassarius, sang kakek yang dijuluki "algojo berdarah dingin", tidak boleh tau. Karena di keluarga ini, mencintai artinya menjadi lemah. Start: 17-06-2026 *Pict by pinteres
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • AVISENA
  • Bukan Sembarang Figuran
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Stuck Between The Pags
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines