Menjahit Luka, Menjaga Cakrawala.

Menjahit Luka, Menjaga Cakrawala.

  • WpView
    Reads 1,502
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, May 14, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pirates
High Fantasy
Dark Fantasy
Sebuah kisah tentang pertemuan tak terduga di tengah maut antara Captain TNI AL Vagaskara Ararya Jatmika dan Dr. Maila Aurora Zelmira. Saat kapal yang membawa Maila dan rekan-rekan dokternya dibajak oleh kawanan perompak dalam perjalanan menuju Bandung, Vagas hadir sebagai pelindung yang dingin namun tangguh. Di balik ketegangan baku tembak, tersimpan luka lama yang kembali terbuka melalui tatapan mata yang sangat dikenali Zelmira. Ini adalah cerita tentang profesionalisme di tengah bahaya, serta rahasia masa lalu yang sengaja dikubur namun kini terpaksa kembali beradu di tengah ganasnya lautan.
All Rights Reserved
#54
milada7
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Unwritten Lady
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines