Qalbun fi eid

Qalbun fi eid

  • WpView
    LETTURE 119
  • WpVote
    Voti 32
  • WpPart
    Parti 15
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, mag 15, 2026
"aku bertemu banyak mata tetapi takdir allah membuatku tersesat oleh mata indah nya" Shameer althaf "hari termanis dalam hidup ku adalah ketika aku bertemu dengan mu" Shireen belinay horain Aku tidak pernah percaya pada cinta pada pandangan pertama. Sampai Allah mempertemukanku dengannya di tempat yang bahkan tidak pernah kuduga. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada hal istimewa hari itu. Hanya tatapan singkat yang entah kenapa terus tinggal di kepala.
Tutti i diritti riservati
#311
islamic
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Be My Wife
  • The Dateline [END]
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Silent Traces by the Sea
  • Pawang Hantu Om Aktor

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti