Pada usia dua puluh lima tahun, Ajeng Ratri Kirana dikenal sebagai bupati termuda di Yogyakarta-perempuan dingin, sulit ditebak, dan terlalu berani bagi sebagian orang. Di balik tatapan tanpa senyumnya, ia hanya memiliki satu tujuan: melindungi tanah rakyat dari tangan para penguasa rakus.
Namun, pada malam ketika ia hampir membongkar skandal besar yang melibatkan pejabat dan pengusaha ternama, hidupnya berakhir oleh sebutir peluru.
Ratri mengira semuanya telah selesai.
Sampai ia terbangun di tahun 1901.
Dalam tubuh seorang gadis bangsawan berusia tujuh belas tahun, di tengah tanah Jawa yang masih berada di bawah bayang-bayang kolonial dan intrik para priyayi, Ratri dipaksa menghadapi takdir baru yang jauh lebih rumit daripada kematian itu sendiri.
Dan semuanya berubah sejak ia melihat seorang pria duduk tenang di balik cahaya temaram pagelaran wayang.
Orang-orang memanggilnya... Ndoro.
Ndoro Ario Wiryonegoro-lelaki berusia empat puluh tahun yang disegani di seluruh tanah Mataram. Dingin, tertutup, dan tak pernah benar-benar keluar dari bayang-bayang mendiang istrinya.
Di balik hubungan yang dipaksakan oleh perjanjian politik keluarga, tersimpan rahasia yang perlahan menyeret mereka ke dalam sesuatu yang jauh lebih berbahaya: pengkhianatan keraton, perebutan tanah rakyat, dan nama Ratri sendiri yang ternyata telah dinantikan sejak puluhan tahun lalu.
Sebab semakin keras ia berusaha mengubah masa lalu...
semakin dekat pula ia pada kebenaran tentang kematiannya sendiri.
All Rights Reserved