Counterpoint

Counterpoint

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 23, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Body Positivity
Pendidikan tidak akan pernah hilang dari kehidupan manusia. Pendidikan akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan cara berpikir manusia. Perubahan tersebut bisa membawa pendidikan menjadi lebih baik, tetapi juga bisa menjadi lebih buruk jika tidak digunakan dengan bijak. Di era modern, akses pendidikan semakin mudah melalui teknologi dan internet. Namun, masih banyak ketidakadilan dalam mendapatkan pendidikan yang baik. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama karena perbedaan biaya, fasilitas, dan adanya penyalahgunaan kekuasaan dalam akses pendidikan. Akibatnya, pendidikan yang seharusnya menjadi hak semua orang terkadang hanya mudah diperoleh oleh pihak tertentu. Talisha Zevloria, gadis yang buka mata dan sadar akan topik yang penting ini mulai merasakan semuanya.
All Rights Reserved
#196
pendidikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Lysander Lowell De Villiers
  • REGAN's Crazy Wife
  • Transmigrasi  Ren
  • Ritual Rasa
  • Sastru Pinanganten

"Saya tidak pernah mau menikah dengan kamu, tapi karena paksaan saya menerimanya." ••••• Di usianya yang menjelang 30 tahun, Wismatama Pradana Kusuma dikenal sebagai perwira TNI AD yang dingin. Ketegasannya di sana membuat junior gemetar, kedisiplinannya mutlak, dan sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti siapa saja hidup-hidup. Namun, benteng pertahanan itu seketika diuji oleh kehadiran Mahesa Narendra-pemuda yang setiap tingkahnya selalu membuat Wisma ingin melemparnya langsung ke barak militer. Baru menginjak usia 23 tahun, Mahesa adalah produk dari kasih sayang orang tua yang berlebihan. Ia gampang merajuk, rapuh, dan teramat manja. Sifat ketergantungan Mahesa inilah yang memicu naluri Wisma untuk mendisiplinkannya dengan tangan besi. Takdir ironis menyatukan mereka lewat perjodohan paksa demi mempertahankan keutuhan hubungan dua keluarga. Di tengah badai ego, Wisma bersumpah tidak akan pernah menaruh rasa pada pemuda manja itu. Di sisi lain, Mahesa tak tinggal diam dan siap membalas setiap sikap kaku sang tentara tanpa berpikir dua kali. Akankah disiplin militer meluluhkan hati yang manja, atau justru kehangatan Mahesa yang meruntuhkan keangkuhan sang perwira? #Boyslove #Mpreg

More details
WpActionLinkContent Guidelines