My Three Favorit Uncles

My Three Favorit Uncles

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
Antara aku dan paman Zamrud hal tabu jika kami memiliki hubungan. Yah seharusnya begitu hingga ia menjelaskan.. "Aku sama mamah mu kan saudara sambung nggak ada hubungan darah sama sekali, jadi nggak apa-apa dong kalau aku nikahin anaknya" Dan di pertemuan pertama ku dengan paman Safier setelah sekian tahun berpisah ucapan nya.. "Aku selalu kangen sama kamu" apa salah jika pengertian ku meleset sedikit? Sedang kata paman Emerald.. "Kamu aman dengan ku" Entah mengapa kini pertemuan dengan mereka terasa rumit, tak lagi sesederhana dulu. Apa jangan-jangan mereka...
All Rights Reserved
#5
zamrud
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelaminan Kedua (Terbit)
  • Pernikahan Tanpa Cinta (TAMAT)
  • Aku Bukan PELAKOR #Amierra 4
  • Senandung Cinta Tak Bernada [TAMAT]
  • Mengikatmu
  • Melancolie
  • COUPLE (Already Published)
  • Nduk, Aku Tresno Karo Kowe
  • Suami Express [TAMAT]
  • BOS, Aku Hamil!

Tidak pernah terlintas dibenak Meida untuk menjadi surrogate mother. Namun, Niniek memohon kepada Meida untuk menjadi surrogate mother cucunya. Kanaya sepupu Meida sudah menikah lima tahun tetapi belum dikaruniai anak. Mulanya Meida ragu untuk menerima tawaran Niniek, apalagi ia harus menikah siri dengan Farraz suami dari Kanaya. Namun, ia membutuhkan uang untuk menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya. Ia terpaksa menerima tawaran menjadi surrogate mother. Meida diperkenalkan dengan keluarga calon suaminya. Di sana ia bertemu dengan Hardi. Hardi adalah paman Farraz. Ia seorang pengusaha yang kaya raya. Hardi memberikan perhatian besar kepada Meida. Ia tidak segan-segan menyewakan apartemen penthouse di Singapura untuk Meida. Pada suatu ketika Meida kesulitan menghubungi Kanaya dan Farraz. Mereka tidak menjawab pesan dan telepon dari Meida. Kekhawatiran Meida hilang ketika Heni, Ratu, Niniek dan Hardi datang mengunjunginya. Namun, kedatangan mereka bukan hanya sekedar mengunjunginya. Mereka datang ke Singapura membawa kabar penting untuk Meida.

More details
WpActionLinkContent Guidelines