We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Andromeda & Alexander

Andromeda & Alexander

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Slice of Life
Bad Boy
Sebuah mawar berwarna merah gelap yang kuterima dari seorang pria yang pertama kali ku temui pada kala itu, tetapi lama kelamaan aku merasa bahwa aku tidak nyaman dengan pria itu karena ia memperlakukanku dengan buruk sehingga aku memiliki rasa pusing untuk menghadapi kesakitan ini. Andromeda Gustiana atau dengan nama panggilan Andromeda merupakan gadis yang polos dan introvert yang sedang bersekolah di salah satu SMA swasta di Kota Surabaya yang sekarang Andromeda duduk di bangku kelas 12, dengan penampilanya yang memiliki rambut panjang dan kulit putih. Sebenaenya pria yang Andormeda kenal atau Alexander bukanlah pria baik baik, karena ia merupakan orang yang berkasus dan seseorang yang "red flag" penasaran? baca yuk!
All Rights Reserved
#10
possesiveboyfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines