Pemuda Kampak Merah [On Going]

Pemuda Kampak Merah [On Going]

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Ghosts and Hauntings
Gore and Murder
Mystery
Kelompok empat orang laki-laki berlibur ke Villa yang tidak dijamah oleh orang lain. Villa yang memiliki pemandangan keindahan pantai, angin yang sejuk, dan sepi. Tetapi Villa itu memiliki sisi gelap nya, orang-orang perkampungan disitu biasa menyebutnya Villa Darah. Karena memang dijaman dahulu pernah ada kejadian yang mengenaskan. Apakah Aruga, Langit, Malvin, dan Jeffri, akan ditelan oleh Villa Darah itu? Atau bahkan tenggelam kelautan, dan menjadi korban selanjutnya? #1 in escape [240526]
All Rights Reserved
#76
martincortis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • Hah!Dukun?
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • Sukma Lara [END]
  • TUMBAL PESANTREN
  • TAKDIR DIO HANIM {BL-MPREG}

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines