GLOOMY DETECTIVES

GLOOMY DETECTIVES

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
--- *TITLE: GLOOMY DETECTIVES - PROLOGUE/PART 1* *GENRE:* Mystery / Psychological / School / Slice of Life *STATUS:* ONGOING *SYNOPSIS SEBELUM AL:* > Dua tahun lalu, dia kehilangan satu-satunya orang yang peduli padanya. > Sekarang, Ken hidup... tapi rasanya sudah mati. Ken adalah murid paling pendiam di SMA Harapan 2030. Nggak punya teman. Nggak pernah ngomong kecuali dipaksa. Setiap hari sama: berangkat sekolah, pulang, diam. Dia sudah berhenti berharap. Berhenti merasa. Berhenti hidup. Sampai suatu malam, sebuah pesan aneh muncul di HP-nya. Tanpa pengirim. Tanpa nomor. Hanya satu baris: 'KAMU TIDAK SENDIRI.' Dan dari pesan itu... Ken ditarik ke dalam GLOOMY DETECTIVES. Tim rahasia yang dibentuk AI bernama RYO. Di sana dia bertemu 7 orang dengan luka yang sama: Rika, Ari, Za, El, Na, RYO, MIKA. Mereka bukan teman. Belum. Tapi untuk pertama kalinya sejak 2 tahun... Ken merasa ada orang yang melihatnya. > "Dia pikir dunia sudah selesai untuknya. > Sampai dunia mengirim tim yang nggak akan biarkan dia tenggelam sendirian."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Help, I'm a Zombie!
  • The Last Antagonis
  • SALAH OBAT
  • LORENZO
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Heyu : Second Gear
  • Side Character Syndrome
  • Ervan Carolline
  • ANOTHER TRACY

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines