Setelah Bapak, sebelum Kamu

Setelah Bapak, sebelum Kamu

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
Selama ini, aku menjalani hari-hari seperti mesin yang terus berputar hanya karena harus. Kepergian Bapak seolah mencabut saklar emosiku; aku tidak benar-benar sedih, tidak benar-benar bahagia, aku hanya ada. Aku menjadi ahli dalam berpura-pura kuat, sampai akhirnya aku lupa bagaimana rasanya menjadi manusia yang bisa merasa.​Lalu, di hari itu, ia muncul kembali. ​Pertemuan itu sederhana, namun dampaknya menghantamku tanpa peringatan. Entah kenapa, saat menatap matanya, muncul sebuah letupan perasaan yang selama ini terkubur rapat di bawah tumpukan tanggung jawab dan duka. Rasanya seperti seseorang yang sudah lama mati rasa, lalu tiba-tiba merasakan aliran hangat yang menjalar kembali ke ujung jari. Itu bukan sekadar rasa rindu pada teman lama, melainkan rasa syukur karena akhirnya aku bisa merasakan 'sesuatu' lagi setelah sekian lama hidup dalam kehampaan.
(CC) Attribution-ShareAlike
#436
duka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A MASTERPIECE OF TRAGEDY ✓
  • One Shot 21+
  • the protective myhusband
  • Saat Rumah Kembali Utuh
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Teman Kecilku
  • Transmigrasi Gio
  • crazy family
  • Mas Masinis
  • Laskar

I want you. All of you. Your flaws, your mistakes, your imperfection, your happiness and sadness, everything.

More details
WpActionLinkContent Guidelines