Ketika Kepolosan Mati

Ketika Kepolosan Mati

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Mga Boto 19
  • WpPart
    Mga Parte 19
WpMetadataReadMatureKumpleto Fri, Jul 3, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Ancient Civilizations
"Anak kecil seharusnya tidak tahu bagaimana rasanya takut pulang." Hujan turun deras malam itu. Petir sesekali menyambar langit gelap, membuat suasana rumah kecil itu terasa semakin menyesakkan. Di bawah meja makan, seorang anak perempuan berusia tujuh tahun memeluk kedua lututnya erat. Tubuh kecilnya gemetar. Tangannya menutup telinga, tetapi suara bentakan dari ruang tamu tetap terdengar jelas. Yang penasaran langsung baca aja. Jangan lupa vote 💫 yahhh.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman