Bising di Balik Kemegahan

Bising di Balik Kemegahan

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing11m
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
Di bawah langit Majapahit yang begitu megah, di puncak kejayaan yang dipuji seantero Nusantara, segala sesuatu tampak sempurna. Istana berkilauan, adat dijaga sakral, dan nama Gajah Mada menjadi simbol kekuatan yang tak tergoyahkan. Namun, tak semua suara terdengar di pendopo agung. Tak semua kebenaran tertulis di dalam prasasti atau dokumen kerajaan. Dewi Kirana, putri seorang Mahamantri terhormat, hidup di dalam lingkaran emas yang melindunginya dari segala kepahitan dunia. Dari menara tertinggi istana, ia hanya melihat keindahan dan kedamaian. Namun, perlahan namun pasti, ia mulai mendengar bisik-bisik samar yang tak seharusnya didengar telinga bangsawan tentang pajak yang mencekik leher petani, tentang tanah yang dirampas demi ambisi perluas wilayah, tentang pengorbanan rakyat kecil yang dianggap tak berharga di hadapan kemegahan negara. Di sisi lain, Rangga seorang ksatria kelahiran rakyat biasa yang mengangkat pedang demi kesetiaan mulai mempertanyakan: untuk siapa sebenarnya ia berjuang? Apakah untuk keadilan, atau hanya untuk kekuasaan mereka yang duduk di atas takhta? Ketika perintah atasan bertentangan dengan suara nurani, ia terjebak di antara kehormatan setia dan kemanusiaan yang kian terabaikan. Keduanya tumbuh di dunia yang mengajarkan: kekuatan harus dibangun di atas pengorbanan. Namun mereka mulai sadar, harga yang dibayar mungkin terlalu mahal. Ketika intrik politik mulai merayap di balik tembok istana, ketika kebenaran mulai tersembunyi di balik senyum sopan dan kata-kata manis, Kirana dan Rangga harus memilih: tetap diam dalam kenyamanan kemegahan, atau berani menjadi suara bagi mereka yang tak punya suara meski nyawa menjadi taruhannya. Karena di sanalah, di balik kemegahan yang mempesona, tersembunyi kebisingan yang perlahan meledak. Sebuah kisah tentang keberanian, keadilan, dan pertanyaan abadi: Apakah persatuan yang dibangun di atas penderitaan, layak disebut kejayaan?
All Rights Reserved
#4
ksatria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess of Gandhara
  • Bound To The Tyrant Prince
  • Swaran Raheel~ The Battle Of Blood Vs Crown
  • Raising the Doomed Villain
  • Reincarnated as a Binibini
  • After transmigrating into a villainous ger
  • ပဏာမ ဇနီးသည်ဖွ�ား သမီးပျို (၂)
  • Trapped as a Supporting Character, Targeted by a Yandere Bigshot
  • 🕸️ |𝘛𝘩𝘦 𝘒𝘪𝘯𝘨'𝘴 𝘋𝘢𝘳𝘬 𝘖𝘣𝘴𝘦𝘴𝘴𝘪𝘰𝘯|🕸️
  • My Dear Lord

𝗞𝗿𝗶𝘀𝗵𝗻𝗮 𝘅 𝗦𝗵𝗮𝗸𝘂𝗻𝗶 𝗱𝗮𝘂𝗴𝗵𝘁𝗲𝗿 🪷 "𝗞𝗿𝗶𝘀𝗵𝗻𝗮 : 𝘆𝗼𝘂 𝗮𝗿𝗲 𝗺𝘆 𝗾𝘂𝗲𝗲𝗻 𝗯𝘆 𝗹𝗮𝘄, 𝗻𝗼𝘁 𝗯𝘆 𝗹𝗼𝘃𝗲." In the age of Sati Yug, there lived an Asura princess whose heart was captivated by the unmatched power and glory of Lord Vishnu. Believing it to be love, she desired to make him her husband. To win him, she performed severe penance and sacrificed comfort, yet Vishnu never accepted her. Heartbroken, the princess refused to let go of her dream. Seeing her stubborn devotion, the royal sages advised her to worship Lord Shiva, the one even Vishnu revered. Pleased by her tapasya, Mahadev appeared before her. But he spoke the truth-Vishnu would never accept her until she abandoned the darkness within her heart: pride, greed, desire, and selfish longing. But the princess would not surrender. She began an impossible vow-to chant one hundred billion mantras while standing upon a tree. She gave away her youth, beauty, and entire life to devotion. Even Mahadev was moved by her determination and decided that when her final chant was complete, her wish would be granted. Yet fate had other plans. When only one final name remained, old age claimed her life. She was reborn in Kaliyug, unaware of her past and disconnected from faith. But destiny drew her back to a Shiva temple. There, in a tragic accident, she took her final breath before the idol of Mahadev. From her lips escaped one forgotten word-Shiv. This time, Lord Shiva fulfilled his promise. She was reborn in Dwapar Yug as the daughter of Prince Shakuni of Gandhara. Bound by an ancient vow, Vishnu was now destined to marry her. But the question remains... Will Vishnu truly accept her? Will he marry her only as a duty? Or will a marriage born from vows and fate blossom into real love?

More details
WpActionLinkContent Guidelines