rumah yang pernah ramai
Di rumah yang dulu penuh tawa, kini hanya ada hening. Meja makan panjang itu kosong, kecuali satu piring dan satu kursi yang masih terisi.
Lima kursi lain seolah menunggu, tapi tak pernah diisi. Mereka sibuk dengan hidup masing-masing, terluka oleh peristiwa yang belum sembuh.
Dan di kursi paling ujung, Afiq duduk sendiri, menatap gelas kosong di hadapannya. Ia tahu, dia harus menyatukan mereka kembali.
Tapi bagaimana jika yang terluka terlalu dalam?