Where They All Look At [ END ]
Liora Kairen Elvaris hanyalah seorang gadis biasa dari dunia nyata yang menghabiskan waktunya menyelami barisan kata dalam novel populer, We Love You Anantasya.
Hingga sebuah tragedi mengakhiri hidupnya secara tiba-tiba, dan ia terbangun di semesta yang sama persis dengan buku yang pernah ia baca.
βNamun, takdir sedang bermain gila.
βIa bukan Anantasya, sang protagonis yang dicintai semesta. Ia bahkan bukan karakter pendukung yang memiliki dialog. Liora hanyalah sebuah anomali-seorang figuran tanpa nama yang seharusnya menjadi latar belakang yang terlupakan dan terkubur oleh hiruk-pikuk alur cerita.
βSeharusnya, ia tetap menjadi bayangan. Tapi Liora memiliki senjata yang tidak dimiliki siapa pun: ia tahu setiap rahasia yang terkubur, ia tahu akhir dari setiap napas karakter, dan ia tahu takdir kejam yang sudah tertulis di atas kertas
βDengan pengetahuan itu, Liora mulai melangkah. Ia menyusup ke dalam lingkaran Obsidian Order, geng motor paling berbahaya dan berpengaruh yang dipimpin oleh lima pemuda dengan jiwa yang rusak.
βMereka dingin. Tajam. Pendiam. Berbahaya. Dan mustahil untuk didekati.
βNamun, kehadiran Liora yang tidak terduga perlahan mulai meretakkan tembok pertahanan mereka. Sesuatu yang seharusnya kaku, mulai berubah. Sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada dalam naskah asli, kini tumbuh menjadi obsesi. Satu per satu, mata-mata yang semula menatap Anantasya, mulai beralih menatapnya.
βBukan karena tuntutan alur cerita.
Bukan karena paksaan takdir.
Melainkan karena magnet asing yang bahkan tidak bisa mereka mengerti.
βDi dunia di mana Anantasya seharusnya menjadi matahari, kini semua orang mulai menyadari satu hal yang mutlak: Pusat dari semesta ini telah berpindah.
βDan semua mata kini hanya tertuju pada satu arah. Ke arahnya.