Unspoken Encore

Unspoken Encore

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
--- Lima tahun lalu, Elias dan Elora pernah saling mencintai. Elias, sang gitaris yang pendiam. Dan Elora, sang model yang selalu bersinar di depan kamera. Di balik panggung yang kosong dan di antara melodi yang belum selesai, mereka pernah saling memiliki. Tapi kisah cinta mereka adalah rahasia. Rahasia yang tidak boleh diketahui penggemar. Rahasia yang tidak boleh menjadi headline. Karena jika terungkap, karier mereka akan hancur dalam sekejap. Maka mereka berpisah. Tanpa perdebatan. Tanpa pengakuan. Hanya keheningan yang menjadi akhir dari segalanya. Lima tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di studio yang sama, di bawah sorotan lampu yang sama. Untuk sebuah pemotretan editorial. Untuk satu lagu yang belum selesai: "Encore". Elias masih sendiri. Tapi Elora tidak. Di sampingnya kini ada seseorang yang menggenggam tangannya di depan kamera. Kekasihnya. Mereka bertatapan. Tak ada pelukan. Tak ada sapaan. Hanya anggukan sopan dan senyum tipis yang terasa seperti pecahan kaca. Karena di hadapan dunia, mereka tetaplah orang asing. "Kadang, hal paling menyakitkan bukanlah kehilangan seseorang... melainkan harus tersenyum dan berpura-pura tidak mengenal orang yang pernah menjadi seluruh duniamu". ---
All Rights Reserved
#8
elias
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NGURAH : Là où s'achève la destruction d'un amour défendu
  • Almost Married (END)
  • Hello, KKN!
  • Where They All Look At [ END ]
  • Prahara Lamaran [END]
  • 2/365 : ENCHANTED TO MEET YOU
  • Fall Into My Hands
  • Dangerous Deal (COMPLETED)
  • NINGRUM
  • Bound Dom - [I] The Dominion of Control

Tentang dongeng kelam yang pantang diceritakan ulang "Lycoris Radiata, atau bunga Lili merah sering juga disebut bunga kematian." "Maknanya apa?" Tanya Malena masih mengamati tiap inci bunga asing itu. "Cinta yang mematikan." Malena bergidik kala mendengarnya sambil mendapati sebuah surat kecil terselip bertuliskan nama pria yang ia kenal. "Siapa yang mengirim?" "Kakak angkat ku." "Hubungan kalian menjijikan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines