Distrik Barat Daya - 1990

Distrik Barat Daya - 1990

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2026
Elaine, seorang psikolog kriminal meninggal karena tusukan pisau saat mencoba menyelamatkan anak laki-laki yang hampir diculik. Siapa sangka, bukannya mati, dia malah terlempar ke tahun 1990 dimana semua orang sedang kekurangan makanan dan kekacauan terjadi dimana-mana. Namun saat pertama kali bangun, dia dengan tegas mengirim kelompok pedagang manusia ke penjara. Elaine secara tidak sengaja menarik kecurigaan seorang Wakil Komandan Batalion yang mengambil tugas dengan santai saat dalam perjalanan pulang menemui orang tuanya. Elaine yang tidak ingin mewarisi lahan pertanian milik orang tuanya, dengan tegas memutuskan untuk berbisnis. Di era kemajuan ekonomi ini, Elaine tidak percaya jika dia tidak bisa membuat nama untuk dirinya sendiri. Namun bahkan sebelum kerajaan bisnisnya berjalan, dia terus-menerus tidak sengaja terseret untuk menyelesaikan kasus satu demi satu. Elaine akhirnya tidak punya pilihan lain dan kembali ke pekerjaan lamanya. Namun preman dari wilayah militer itu, kenapa tatapannya terasa semakin aneh? Halo? Catatan penulis: Beberapa latar belakang dan tempat memang aku ambil dari dari dunia nyata, tapi lebih dari sembilan poin sisanya adalah omong kosong penulis, tolong jangan dijadikan acuan tolak ukur sejarah! Pembaruan mungkin hanya dua atau tiga kali dalam seminggu. Karena menyelesaikan cerita Luna akan tetap menjadi prioritas utama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Help, I'm a Zombie!
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Force to Marry the Devil
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Married Secret (Fattqeel)
  • Heir Without Blood
  • S Di Antara Dua N
  • SWITCH

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines