CROWN OF ASHES

CROWN OF ASHES

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kematian ayah Madeline Rivera selalu disebut sebagai sebuah kecelakaan biasa. Namun bagi Madeline, terlalu banyak kejanggalan untuk bisa mempercayainya. Demi mencari kebenaran dibalik semuanya, ia memilih masuk ke dunia politik yang penuh topeng, pengkhianatan, dan permainan kotor para elit. Di tengah pencariannya, Madeline menemukan satu nama. Ravendra Kael. Pengusaha muda paling terkenal di kota. Tidak ada yang tahu bahwa di balik kemewahaannya, Ravendra pernah hidup di dunia yang penuh darah dan pengkhianatan. Madeline sadar mendekati Ravendra adalah keputusan paling berbahaya dalam hidupnya. Selain itu, pria yang sedang ia dekati menyimpan hubungan masa lalu dengan ayahnya. Namun semakin dekat mereka, semakin banyak rahasia yang terungkap. Tentang kematian. Tentang kekuasaan. Dan tentang bagaimana cinta bisa menjadi hal paling berbahaya di antara keduanya.
All Rights Reserved
#87
enemiestolover
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines