Kesya tumbuh dengan satu luka yang tak pernah benar-benar sembuh: cinta pertamanya adalah ayahnya sendiri-dan ia belajar terlalu dini bahwa cinta bisa melukai. Sejak itu, ia muak. Muak pada drama yang tak kunjung usai. Muak pada perkelahian tak berujung namun tetap bersama dengan alasan sayang anak. Muak pada laki-laki yang hanya tahu cara berteriak untuk didengar. Alvin hadir dengan cara yang tak pernah Kesya duga. Ia hidup tanpa suara, tapi tidak tanpa keberanian. Ia tidak meminta dikasihani, apalagi menuntut dimengerti. Alvin hanya ada-utuh, tenang, dan jujur di tengah dunia yang berisik oleh kebohongan. Di antara bahasa isyarat, tatapan yang tak banyak bicara, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Kesya belajar satu hal yang tak pernah diajarkan masa lalunya: cinta seharusnya aman. Ini tentang dua orang yang sama-sama belajar membuka diri- dan menemukan bahwa mencintai bukan soal siapa yang paling keras berjuang, tapi siapa yang paling berani bertahan. Dari A sampai Z.
More details