One Hundred Days.

One Hundred Days.

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Discrimination and Bullying
Abuse and Trauma
Mental Health and Neurodiverse
Perempuan yang selalu nampak kuat, tidak selalu kuat. Tetapi perempuan yang nampak lemah, tidak selalu lemah. Perempuan itu adalah hal yang paling berharga di bumi, mereka semua adalah salah satu dari ibumu, seseorang yang merawatmu dari kecil hingga kamu dewasa dan menjadi sosok yang kuat. Sebagai anak, setidaknya kamu berbakti di saat saat ia masih sanggup melihatmu dan tersenyum padamu. Kamu adalah sosok hebat baginya, sosok yang sangat amat di banggakan nya, bahkan ke orang orang. Namun bukan hanya bagi ibu saja, perempuan hebat di luaran sana pun sama berjuang nya seperti ibu mu, mereka bekerja keras, bahkan rela untuk berpisah dari orang tuanya sendiri hanya demi bekerja di luar kota bahkan negeri untuk mendapatkan pekerjaan dan uang. Jadi tolong, hargai setiap perempuan apalagi semua yang dilakukannya itu demi kalian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Unexpectedly Yours
  • Stealing My Husband
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • ATMA FATAMORGANA
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • MOTHER
  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

🌴🎀 "Di rumah yang asing, mereka belajar bahwa jarak bisa menyusut hanya dengan satu kalimat: Jangan terlalu jauh." "Kadang cinta tidak datang sebagai dentuman... tapi sebagai langkah kecil yang hampir tidak terdengar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines