The Distance Between Vows (BXB) TAMAT

The Distance Between Vows (BXB) TAMAT

  • WpView
    Reads 61,456
  • WpVote
    Votes 2,565
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Perhatikan ini lapak BXB 🏳️‍🌈⁉️ Pernikahan Zaine Damian Ryszard dan Aurora Kanara Ryszard tidak pernah dibangun atas cinta. Empat tahun hidup bersama hanya dipenuhi formalitas, kesibukan, dan jarak yang terlalu dingin untuk disebut rumah tangga. Bahkan kelahiran putra mereka, Kayden Daffa Ryszard, terjadi karena tuntutan keluarga besar melalui program bayi tabung. Zaine tidak pernah menyentuh Aurora layaknya suami pada umumnya, sementara Aurora memilih menenggelamkan diri dalam pekerjaannya sebagai arsitek demi mengabaikan sepi yang terus tumbuh di dalam rumah mereka. Semua mulai berubah ketika seorang pengasuh baru bernama Arzhel Cheries Lamuela hadir di kehidupan mereka. Sosok laki-laki cantik dengan senyum lembut itu berhasil membuat Kayden nyaman hanya dalam satu pertemuan. Namun tanpa disadari, kehadiran Arzhel perlahan menghancurkan batas dingin yang selama ini dibangun Zaine. Untuk pertama kalinya, pria itu menginginkan seseorang bukan karena kewajiban, melainkan karena hatinya sendiri. Dan Zaine tahu satu hal pasti. Kali ini, dia tidak akan membiarkan Arzhel pergi. jangan lupa vote!!
All Rights Reserved
#111
malepregnant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • THE REBEL : The Boxer & The Boss
  • After Meet
  • Bites Of Love [END]
  • The Untamed Scent
  • SUDAH MANTAN (BL)✅
  • Yang Tersisa dari Janji
  • Attached | BL | END
  • CEO'S MIRACLE; BUNTING SAMA MUSUH!
  • he or  she bxb

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines