Setelah menikah, Reya dan Alvan memulai hidup baru di rumah mereka sendiri. Meski sama-sama cerdas dan berasal dari keluarga berada, keduanya ternyata sangat minim pengalaman mengurus kehidupan rumah tangga. Hari-hari awal pernikahan dipenuhi momen lucu sekaligus kacau: makan mie instan setiap malam, rumah yang perlahan berubah berantakan, cucian menumpuk, hingga kepanikan sederhana karena tidak tahu cara mengurus kebutuhan rumah sendiri. Di tengah kesibukan kuliah dan revisi skripsi, mereka mulai sadar bahwa pernikahan bukan hanya tentang status suami istri, tetapi tentang belajar bertanggung jawab dan saling memahami.
Di balik kekacauan itu, hubungan Reya dan Alvan perlahan tumbuh semakin hangat. Mereka mungkin belum menjadi pasangan romantis seperti di drama-drama, tetapi kebersamaan kecil sehari-hari membuat keduanya mulai merasa nyaman satu sama lain. Dengan bantuan keluarga dan proses belajar yang penuh tawa, malu, dan kelelahan, mereka mulai memahami bahwa rumah tangga dibangun bukan dari kesempurnaan, melainkan dari dua orang yang mau bertahan, belajar, dan tumbuh bersama sedikit demi sedikit.
All Rights Reserved