Tahta Hatiku
Sebuah cinta yang tumbuh dalam diam, diuji dalam penantian, dan disucikan dalam doa.
Haura Maheerah Althafiya, seorang staf rekrutmen baru di sebuah rumah sakit swasta, tidak pernah menyangka bahwa hari pertamanya bekerja akan membawanya bertemu kembali dengan sosok yang diam-diam pernah ia kagumi sejak masa kuliah: Sayyid Rayyan Alfarez. Dahulu hanya sekilas tatapan dari jauh, kini pria itu hadir nyata-berdiri tidak jauh darinya sebagai rekan kerja satu direktorat.
Rayyan bukan pria biasa. Ia seorang Sayyid, keturunan Rasulullah, yang pernah menjalin hubungan dengan perempuan yang dianggap sepadan secara garis keturunan. Sementara Haura? Ia hanya perempuan biasa yang menjaga perasaannya rapat-rapat. Tak pernah berharap, apalagi bermimpi terlalu tinggi.
Tapi ketika garis takdir mulai mempertemukan mereka lebih sering dari yang bisa dijelaskan logika-di balik kaca kantor, di kajian malam, di sela doa yang tak pernah putus-Haura mulai bertanya pada dirinya sendiri : Apakah perasaan yang terjaga rapi ini... benar-benar hanya untuk diam?
Ketika cinta Haura mulai tumbuh bersama keikhlasan, dan Rayyan mulai meraba ruang yang selama ini ia abaikan, keduanya harus memilih: Menyerah pada keraguan, atau melangkah dengan keyakinan.
"Karena cinta yang paling suci bukan yang paling keras disuarakan... tapi yang paling tenang dijaga, hingga Tuhan sendiri yang mempertemukannya."