DEVISHA: Panah Ke Enam Sang Partha
DISCLAIMER
Cerita ini merupakan karya fiksi dan interpretasi pribadi penulis yang terinspirasi dari kisah Mahabharata. Tidak ada maksud untuk mengubah, menggantikan, ataupun mengklaim kisah ini sebagai versi sejarah yang sebenarnya.
Segala tokoh, alur, hubungan, dan kejadian tambahan merupakan murni hasil imajinasi penulis dan dibuat semata-mata untuk hiburan.
Selamat membaca dan menikmati kisahnya.
Tidak semua ikatan lahir dari darah.
Ada yang lahir dari takdir, dari kehilangan, dan dari sebuah janji yang bahkan waktu tak mampu menghapusnya.
Devisha ditemukan di tengah Kandawa setelah kebakaran yang menghanguskan Laksagrha. Ia datang tanpa asal-usul yang jelas, tanpa keluarga yang dapat disebut sebagai miliknya. Namun bagi kelima Pandawa, kehadirannya perlahan menjadi sesuatu yang tak tergantikan.
Ia adalah adik yang mereka lindungi.
Kakak yang selalu menjaganya adalah Arjuna-Sang Partha.
Bagi Devisha, hidup bersama Pandawa adalah rumah yang selama ini tidak pernah ia tahu sedang ia cari. Ia tumbuh di antara kasih sayang, tawa, peperangan, dan segala takdir yang mengiringi perjalanan keluarga itu.
Namun Devisha menyimpan sesuatu yang bahkan tidak ia mengerti.
Sebuah panah kristal yang diberikan Krishna.
Mimpi-mimpi tentang kehidupan yang tidak pernah ia jalani.
Nama yang terasa begitu dekat di telinga, tetapi asing ketika disebut. Dan sebuah masa lalu yang perlahan bangkit dari balik ingatannya.
Ketika takdir mulai mempertemukan Devisha dengan rahasia kehidupannya, ia menyadari bahwa keberadaannya di antara Pandawa bukanlah sebuah kebetulan.
Ada sesuatu yang menghubungkannya dengan masa yang jauh lebih tua daripada kisah khurukshetra.
Sebab jika lima Pandawa memiliki jalan hidupnya masing-masing, maka bagi Sang Partha, Devisha bukan sekadar seorang adik.
Ia adalah panah keenamnya-
sebuah ikatan yang lahir bukan hanya dari persaudaraan, melainkan dari takdir yang telah menunggu mereka jauh sebelum keduanya saling mengenal.