Oliver Wood adalah sebuah jam mekanis yang presisi-seorang arsitek ambisi yang menghitung nafas dalam detak kronometer dan lintasan sapu terbang. Baginya, hidup adalah garis lurus menuju kemenangan, sebuah puisi yang ditulis dengan baris perintah yang kaku dan rima benturan Bludger. Namun, dunianya yang teratur terus terusik oleh kehadiran Luna Lovegood, gadis sewarna kabut pagi yang memandang realitas hanya sebagai tirai tipis tempat keajaiban bersembunyi.
"Kau terlalu sibuk menghitung detik, Oliver, sampai kau lupa bahwa waktu juga ingin berdansa," bisik Luna suatu sore, membuat sang Kapten terpaku di ambang logika yang mulai retak. Pertemuan mereka adalah tabrakan antara struktur baja dan kelembutan awan, sebuah simfoni yang mempertemukan sang pengejar angka dengan sang penjaga ketenangan. Oliver yang selalu meledak oleh strategi, seringkali dibuat bungkam oleh ketenangan Luna yang tak masuk akal.
Kisah ini adalah jejak langkah dua jiwa yang bergerak dalam frekuensi yang saling terasing, namun dijahit oleh takdir dalam lipatan sastra semesta yang paling rahasia. Oliver sang matahari yang membakar, akhirnya belajar dari sang gadis bulan bahwa ada kekuatan dalam keheningan, dan ada kemenangan yang lebih besar daripada sekadar piala hasil pertandingan.
All Rights Reserved